Cuba bayangkan satu hari kita dekat akhirat ,
Sedang berlarian mencari seseorang ,
Kemudian kita lihat satu susuk tubuh ,
Yang sangat kita rindu ,
Yang sangat kita cinta
Kita tersenyum ,
Bahkan menangis kerana terlalu rindu ,
Terlalu suka bertemu dengannya .
Lalu kita berlari mendapatkan susuk tubuh tersebut ,
Akhirnya kita sampai di depan Baginda .
Kita katakan padanya,
" Ya Rasulullah , ashwaq ilaika . Aku rindu padamu Ya Rasulullah .
Uhibbuka Ya Habiballah , aku cinta padamu wahai kekasih Allah , Isy'faa lii , syafaatkan daku."
Lantas Rasulullah memalingkan wajahnya daripada kita ,
Dan baginda katakan ,
" Pergilah kamu wahai fulan , KAMU BUKAN UMATKU . "Anta laisamin ummati."
Baginda usir kita ,
Tidak mahu melihat wajah kita.. Allah Allahurabbi ,
Cuba bayangkan .
Apa kita rasa masa tu?
Sungguh , satu bala , satu kecelakaan dan kehinaan yang dasyat
bila Nabi tak mengaku kita ni umat Baginda .
Ya Rasulullah ,
Assalammualaika Ya Habiballah ,
Sollun 'AlanNabi.. Setakat mengamalkan sunnahnya tetapi tidak memahaminya ,
tidak mencukupi untuk peroleh syafaat Rasulullah SAW .
Rasulullah hanya memberi syafaat kepada umatnya
yang mengenalinya melalui lubuk 'hati' yang paling IKHLAS
Jangan cakap kita mencintai Rasulullah hanya dengan amalkan sunnah sedangkan
akhlak Rasulullah kita tinggalkan :'(
Maafkan kami Ya Rasulullah
Maafkan kami , berdusta dengan 'hati' kami sendiri
Allahumma Solli Aala Sayyidina Muhammad
